MODEL PEMBELAJARAN

A.  Pengertian Model

Kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematik dalam  mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pengajaran dan para guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar

(Udin S. Winataputra, 1994)

B.  Macam-Macam Model Pembelajaran

1. Model Analisis Konsep ( Consept Analysis Model )

Model ini digunakan untuk membelajarkan siswa mengenai bagaimana memproses informasi yang berkaitan dengan pelajaran
Langkah pokok :

  • Memilih dan menelaah konsep-konsep yang akan diajarkan
  • Mengembangkan dan menggunakan strategi-strategi yang tepat dan materi-materi yang berhubungan
  • Mengembangkan dan menggunakan prosedur penilaian yang tepat

Yang harus dilakukan guru :

  • Memilih konsep-konsep yang berkaitan dengan mata pelajaran yang bersangkutan yang sesuai dengan tingkat perkembangan atau kemampuan siswa-siswa mereka
  • Menganalisis konsep-konsep tersebut untuk menentukan kadar dan jenis kesulitannya
  • Memantau pemahaman siswa-siswa mengenai masing-masing konsep
  • Mengatur waktu pembelajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip belajar dan teori perkembangan yang telah diterima

2. Model Berpikir Kreatif ( Creative Thingking Model )

Model ini dirancang untuk meningkatkan kefasihan, fleksibilitas, dan orisinilitas yang digunakan siswa-siswa untuk mendekati benda-benda, peristiwa-peristiwa, konsep-konsep, dan perasaan-perasaan

Langkah pokok :

  1. membangun suatu suasana yang dapat membina berpikir kreatif
  2. Mengajar siswa-siswa untuk menggunakan teknik-teknik yang menuju ke arah ide-ide dan produk-produk baru
  3. Mengevaluasi dan mengetes ide-ide yang telah ditawarkan

Yang harus dilakukan guru :

  • Membangun suasana yang memungkinkan bagi diterimanya semua ide atau pendapat
  • Membantu siswa agar menyadari kekurangan dan kesenjangan Membantu siswa agar menjadi lebih terbuka dan lebih peka terhadap lingkungan mereka
  • Menjamin tiadanya suasana yang formal atau seperti sedang dites, yang biasanya dapat menganggu kreativitas dan berpikir orisinil siswa
  • Memberi stimuli (rangsangan) yang akan menawarkan praktik untuk berpikir yang jernih

3. Model Belajar Melalui Pengalaman ( Experiential Learning  Model )

Model ini memberikan kesempatan kepada siswa-siswa untuk memperlakukan lingkungan mereka dengan keterampilan-keterampilan berpikir yang tidak berhubungan dengan suatu bidang studi atau mata pelajaran khusus

Yang harus dilakukan guru :

  1. Menyediakan benda-benda atau bahan-bahan konkrit untuk digunakan, ditelaah, atau diteliti oleh siswa-siswa
  2. Menyediakan serangkaian kegiatan yang cukup luas sehingga menjamin pemenuhan minat siswa dan menumbuhkan rasa keterlibatan mereka
  3. Mengatur kegiatan-kegiatan sehingga siswa-siswa yang berbeda tingkat perkembangan kognitifnya akan belajar satu sama lain
  4. Mengembangkan teknik-teknik bertanya untuk mengungkapkan alasan-alasan siswa yang mendasari respon-respon mereka
  5. Menciptakan lingkungan kelas yang dapat meningkatkan perkembangan proses-proses kognitif

4.  Model Kelompok Inkuiri ( Group Inquiry Model )

Model ini mengajarkan anak-anak untuk bekerja dalam kelompok untuk menginvestigasi topik-topik yang kompleks, menyelesaikan dan memecahkan masalah dalam situasi dalam kelas maupun di luar kelas, sehingga siswa juga mempunyai keterampilan sosial

Langkah pokok

  1. Menyajikan situasi dan merumuskan pertanyaan-pertaanyaan inkuiri
  2. Merencanakan investigasi (penelitian)
  3. Melaksanakan investigasi
  4. Menyajikan temuan-temuan
  5. Mengevaluasi investigasi

Yang harus dilakukan guru

  1. Membantu siswa merumuskan situasi-situasi yang menarik atau mengandung teka-teki, yang dapat diterima untuk penelitian atau yang layak diteliti
  2. Mengajarkan keterampilan-keterampilan untuk melakukan penelitian dan evaluasi tingkat dasar yang diperlukan bagi inkuiri yang berhasi
  3. Membentu siswa-siswa mempelajari keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk kerja kelompok yang berhasil
  4. Memberi kesempatan kepada siswa-siswa untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan kelompok dan mengambil keputusan-keputusan kelompok mereka sendiri

5. Model Bermain Peran (The Role-Playing Model )

Model ini memberikan kesempatan kepada siswa-siswa untuk praktik menempatkan diri mereka di dalam peran-peran dan situasi-situasi yang akan meningkatkan kesadaran mereka terhadap nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan mereka sendiri dan orang lain

Langkah pokok :

  • Memilih situasi bermain peran
  • Mempersiapkan kegiatan bermain peran
  • Memilih peserta/pemain peran
  • Mempersiapkan penonton
  • Memainkan peran (melaksanakan kegiatan bermain peran)
  • Mendiskusikan dan mengevaluasi kegiatan bermain peran

Yang harus dilakukan guru :

  1. Menyajikan atau membantu siswa memilih situasi bermain peran yang tepat
  2. Membangun suasana yang mendukung, yang mendorong siswa untuk bertindak “seolah-olah” tanpa perasaan malu
  3. Mengelola situasi bermain peran dengan cara yang sebaik-baiknya untuk mendorong timbulnya spontanitas dan belajar
  4. Mengajarkan keterampilan mengobservasi dan mendengarkan secara efektif dan kemudian menafsirkan dengan tepat apa yang mereka lihat dan dengarkan

6. Model Quantum Teaching

Quantum Teaching diartikan suatu orkestrasi dari berbagai macam interaksi yang terjadi di dalam dan di sekitar momen atau peristiwa belajar

Landasan utama Quantum Taeching “Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka”

Prinsip dalam Quantum Teaching:

  1. Segalanya berbicara→segala sesuatu yang ada di lingkungan kelas mengandung dan meyampaikan pesan tentang belajar
  2. Segalanya bertujuan→artinya semua kreasi Anda terutama mengenai belajar mempunyai tujuan yang terukur
  3. Pengalaman sebelum pemberian nama→siawa belajar dengan mengalami sebelum menemukan dan merumuskan konsep atau prinsip
  4. Akui setiap usaha→belajar suatu rangkaian usaha siswa yang patut memperoleh pengakuan terutama dari guru atas`usaha, kerja keras, kecakapan, dan kepercayaan dari mereka
  5. Jika layak dipelajari, maka layak pula untuk dirayakan→”Perayaan” dalam arti ungkapan pengakuan atas partisipasi, penyelesaian tugas, dan prestasi siswa

7.  Model Pembelajaran Tematik

Pembelajaran tematik merupakan suatu strategi pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa, dengan situasi menyenangkan, tanpa tekanan dan ketakutan

Ciri pembelajaran siswa Kelas I dan II

  • Berpusat pada anak
  • Memberikan pengalaman langsung pada anak
  • Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas
  • Menyajikan konsep dan berbagai mata pelajaran dalam suatu proses.pembelajaran
  • Bersifat fleksibel
  • Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak

Yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran tematik

  • Pembelajaran tematik dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih bermakna dan utuh
  • Dalam pelaksanaan pembelajaran tematis perlu mempertimbangkan antara lain alokasi waktu setiap tema, memperhitungkan banyak dan sedikitnya bahan yang ada di lingkungan
  • Pilihlah tema yang terdekat dengan anak
  • Lebih mengutamakan kompetensi dasar yang akan dicapai dari pada tema

Langkah persiapan pembelajaran tematis

  1. Pelajarai kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran pada waktu yang sama
  2. Pilih tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut setiap kelas dan semester
  3. Buatlah “Matrik Hubungan Kompetensi Dasar dengan Tema”
  4. Buatlah pemetaan pembelajaran tematik dalam bentuk matrik atau jaringan topik
  5. Susunlah silabus berdasarkan matrik/jaringan topik pembelajaran tematis
  6. Buatlah rencana pembelajaran yang disesuaikan dengan jaringan topiknya

Pengelolaan Pembelajaran Tematik

Jumlah jam untuk Kelas I : 27 jam

Prosentase mapel

  1. 15 % Pend. Agama                                                                   : 3 jam
  2. 50% Mat & Bhs Ind                                                                 : 14 jam
  3. 35% PA, PKPS, Kertangkes, Penjas, Pembiasaan    : 10 jam
Mata Pelajaran Jumlah jam
Pendidikan Agama 3
Pend Kewargn&Peng. Sosial 2
Bahasa Indonesia 7
Matematika 7
Pengetahuan Alam 2
Kertangkes 2
Pendidikan Jasmani 2
Pembiasaan 2
Jumlah 27

2 responses to “MODEL PEMBELAJARAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s